PLASTIC MONSTER APPEARS AND THREATENS THE EARTH

Jakarta, 21st of July 2019. The current condition of waste in Indonesia is very tense. Of the 60 million tons of waste produced, 15 percent is plastic waste which not only floods the landfill, but also the ocean of Indonesia. Based on World Bank data in 2018, 87 coastal cities in Indonesia contribute 2 million tons of plastic waste into the ocean. The amount and magnitude of the threat from plastic waste is illustrated through a monster figure, a great power that is ready to destroy the earth. The figure of a plastic monster in the form of a 4-meter sea creature emerged from the Jakarta sea and moved towards the heart of the capital city of Jakarta at the Hotel Indonesia roundabout (Bundaran

Environmental NGOs: Elected President Should Prioritize Sustainable Development Programs

Jakarta, July 18th, 2019 - Elected President, Joko Widodo, delivered his acceptance speech in Bogor City on July 14, 2019. His programs focus on infrastructure development, human resource development, investment increase for more jobs, bureaucracy reform, and, lastly, effective, and efficient use of the state budget. However, several NGOs spotted a contradiction having it compared to the results of a cabinet meeting on July 16, 2019. The meeting discussed the Waste-to-Energy (WTE) projects to tackle waste and marine debris issues, planned to be established in Surabaya, Solo, Bekasi, dan DKI Jakarta with direct supervision from the national government. Responding to the results of the cabinet

LSM Lingkungan Ingatkan Presiden Terpilih untuk Memprioritaskan Program Pembangunan yang Berkelanju

Jakarta, 18 Juli 2019 - Presiden Republik Indonesia terpilih, Presiden Joko Widodo, menyampaikan pidato di Bogor pada 14 Juli 2019 lalu. Lingkup kerja yang menjadi fokus dalam pidato tersebut antara lain: pembangunan infrastruktur, pembangunan sumber daya manusia, peningkatan investasi untuk membuka lapangan pekerjaan, reformasi birokrasi, serta penggunaan APBN yang fokus, efektif dan efisien. Namun, bagi beberapa LSM melihat hal ini sangat kontradiktif dengan hasil Rapat Kabinet Terbatas yang dilaksanakan pada Selasa, 16 Juli 2019 yang lalu. Rapat tersebut membahas solusi pengelolaan sampah dan polusi plastik yaitu melalui percepatan pembangunan PLTSa di 4 (empat) wilayah di Indonesia yakni

MONSTER PLASTIK MUNCUL DAN ANCAM BUMI

Jakarta, 21 Juli 2019. Kondisi sampah di Indonesia saat ini sangat mencekam. Dari 60 juta ton sampah yang dihasilkan, 15 persennya merupakan sampah plastik yang tidak hanya membanjiri tempat pembuangan akhir, namun juga lautan Indonesia. Berdasarkan data Bank Dunia tahun 2018, 87 kota pesisir di Indonesia memberikan kontribusi 2 juta ton sampah plastik ke laut. Banyaknya dan besarnya ancaman dari sampah plastik digambarkan melalui sosok monster, sebuah kekuatan besar yang siap menghancurkan bumi. Sosok monster plastik berupa mahluk laut dengan tinggi 4 meter muncul dari laut Jakarta dan bergerak menuju jantung ibu kota Jakarta di bundaran Hotel Indonesia. Pawai monster plastik adalah aksi to

Civil Society Organisations Invite Public to Join the Biggest Plastic March in Jakarta

Jakarta (11/7). In Indonesia, plastic waste is not only a problem in the land area, but also has spread into the ocean area. Even the research conducted by Dr. Jenna Jambeck in 2015, placed Indonesia as the second largest country in the world to dump plastic waste into the ocean. This is certainly not a good 'achievement'. Other than polluting the environment, this also pollutes Indonesia's reputation in the eyes of the world. The danger of plastic pollution is very alarming. We often see news of marine animals accidentally eating plastic, plastic straws in turtle’s nose or plastic bags inside whale’s belly in Wakatobi up to 5.9 kg of plastic. Aside from marine ecosystems that are threatened

Kelompok Masyarakat Sipil Mengajak Pawai Bebas Plastik Terbesar di Jakarta

Jakarta (11/7). Di Indonesia, sampah plastik tidak hanya menjadi masalah di wilayah darat saja, tapi juga sudah menyebar luas hingga ke wilayah laut. Bahkan riset yang dilakukan oleh Dr. Jenna Jambeck pada tahun 2015, menempatkan Indonesia sebagai negara kedua terbesar di dunia yang membuang sampah plastik ke lautan. Hal ini tentunya bukan merupakan ‘prestasi’ yang baik. Selain mencemari lingkungan, ini mencemari nama baik Indonesia di mata dunia. Bahaya daripada polusi plastik sudah sangat memprihatinkan. Seringkali kita melihat berita satwa laut tidak sengaja memakan plastik, sedotan plastik di hidung kura-kura atau kantong plastik di dalam perut paus di Wakatobi hingga 5,9 kg plastik. Sel

Supreme Court: Local Governments Can Ban Single-Use Plastics

Jakarta, 17th of July 2019. On Thursday, 23rd of May 2019, the Supreme Court through the Court Decision Number 29 P/HUM/2019 decided to reject the judicial review from the Indonesian Plastic Recycling Association (ADUPI), CV Cahya Jaya, and PT Hartono Sinar Cemerlang Plasindo. The Supreme Court ruled that Bali Governor Regulation No. 97 of 2018 concerning Single-Use Plastics Ban is in accordance with higher regulations. “The effort to avoid single-use plastics is a concrete step in reducing plastic waste according to Waste Management Act Number 18 of 2008, which is done by prohibiting, and/or limiting its production, distribution, sales, and/or use,” said Tiza Mafira, Executive Director of G

Mahkamah Agung: Pemerintah Daerah Dapat Melarang Plastik Sekali Pakai

Jakarta, 17 Juli 2019. Pada Kamis, 23 Mei 2019, Mahkamah Agung (MA) melalui Putusan Nomor 29 P/HUM/2019 memutuskan menolak permohonan keberatan hak uji materi dari Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI), CV Cahya Jaya, dan PT Hartono Sinar Cemerlang Plasindo. MA memutuskan bahwa Peraturan Gubernur Bali No. 97 tahun 2018 tentang Pelarangan Plastik Sekali Pakai sesuai dengan peraturan yang lebih tinggi. “Upaya menghindari plastik sekali pakai adalah langkah konkret pengurangan sampah plastik sesuai UU Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, yang dilakukan dengan cara melarang, dan/atau membatasi produksinya, distribusinya, penjualannya, dan/atau pemakaiannya,” ungkap Tiza Mafi

8 KOTA DI INDONESIA SIAP ADAPTASI PROGRAM ZERO WASTE CITIES UNTUK KELOLA SAMPAH DARI KAWASAN

Bandung (8 Juli 2019). Perwakilan lembaga dari delapan kota dan kabupaten mengaku siap melaksanakan program zero waste di daerah dampingannya masing-masing setelah mengikuti kegiatan Zero Waste Academy. Kota kabupaten tersebut adalah Denpasar, Gresik, Surabaya, Medan, Kepulauan Seribu, Cimahi, Bandung, dan Kabupaten Bandung. Dari Bali, I Made Murah, S.Sos.MAP (Staf UPTD Pengelolaan Sampah, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Denpasar) menyatakan bahwa DLHK Kota Denpasar sangat mendukung program Zero Waste Cities karena TPA di kota Denpasar sudah kelebihan beban. Untuk mengatasinya, DLHK telah menunjuk Banjar Tohpati sebagai pilot project dan disana masyarakat akan diajak untuk memil

Stop Being the Dump Site: Environmental Activists Remind Jokowi

Jakarta, June 25th, 2019 - In 2015, scientists reported Indonesia as second highest contributors of global plastic polluter into the ocean. Considering China’s strict policy and other ASEAN country’s strong position in global plastic waste trade crisis, environmental activists are warning Presiden Joko Widodo on Indonesia’s absence for response and not to let Indonesia replace China’s rank as the first ocean plastic polluters at the end of the year. World Bank Report reveals marine debris in Indonesia’s waterways consists of 21% of disposable diaper, 16% of single-use plastic, 5% of sachet, 4% of glass and metal, 1% of plastic bottles, 9% of other plastic and 44% of organic waste. Report of

Stop jadi tukang tadah sampah: aktivis lingkungan ingatkan Jokowi

Jakarta, 25 Juni 2019 - Tahun 2015, para peneliti menyatakan bahwa Indonesia merupakan negara kedua penyumbang pencemaran lautan global. Mencermati sikap tegas Cina dan negara-negara ASEAN lain dan tidak seriusnya Indonesia menyikapi krisis global ini, para aktivis lingkungan memperingatkan Presiden Joko Widodo untuk tidak menjadikan Indonesia sebagai pencemar lautan global nomor satu di akhir tahun ini. Studi Bank Dunia mengungkapkan komposisi sampah pada badan air Indonesia terdiri dari 21% popok sekali pakai, 16% tas plastik kresek, bungkus plastik/sachet 5%, kaca dan logam 4%, botol plastik 1%, plastik lainnya 9% dan sampah organik 44%. Laporan hasil audit merek yang dilakukan oleh Gre

AZWI Indonesia

Anggota

Berita Terbaru

Temukan Kami 

  • Facebook Social Icon
  • Twitter Basic Square
  • Instagram Social Icon
  • YouTube

© 2016-2020 Aliansi Zero Waste Indonesia Re-Desain By AraDev