© 2016-2018 Aliansi Zero Waste Indonesia

  • Facebook Social Icon
  • Twitter Basic Square
  • Instagram Social Icon
Please reload

Recent Posts

Mengapa Kami Menggugat Perpres Percepatan PLTSa?

September 13, 2016

1/2
Please reload

Featured Posts

23 Kota-Kota yang tergabung dalam C40 menuju Kota Nirsampah (Zero Waste)

September 14, 2018

Diterjemahkan dari/Translated from:

https://www.c40.org/press_releases/global-cities-and-regions-advance-towards-zero-waste

 

Komitmen dari kota-kota dibawah ini menyatakan akan mengurangi pembuangan limbah  setidaknya 87 juta ton limbah pada tahun 2030.

Auckland, Catalonia, Kopenhagen, Dubai, London, Milan, Montreal, Navarra, Kota New York, Newburyport, Paris, Philadelphia, Portland, Rotterdam, San Francisco, San Jose, Santa Monica, Sydney, Tel Aviv, Tokyo, Toronto, Vancouver & Washington DC, menyatakan komitmen yang kuat menjelang Global Climate Action Summit.

 

London, Inggris (28 Agustus 2018) - Hari ini, 23 kota dan region-region perintis berkomitmen untuk secara signifikan mengurangi jumlah limbah yang dihasilkan, dalam rangka percepatan menuju konsep nirsampah (zero waste). Dengan menandatangani Deklarasi Menuju Deklarasi Nol Limbah C40, kota-kota dan daerah-daerah ini berkomitmen untuk mengurangi jumlah limbah yang dihasilkan oleh setiap warga negara sebanyak 15% pada tahun 2030, mengurangi jumlah limbah yang dikirim ke tempat pemrosesan akhir sampah (TPA) dan pembakaran (insinerator) sebanyak 50% dan meningkatkan angka pemilahan menjadi 70 % pada tahun 2030. Kota dan daerah tersebut adalah Auckland, Catalonia, Kopenhagen, Dubai, London, Milan, Montreal, Navarra, Kota New York, Newburyport, Paris, Philadelphia, Portland, Rotterdam, San Francisco, San Jose, Santa Monica, Sydney, Tel Aviv, Tokyo, Toronto, Vancouver & Washington DC.

 

150 juta warga yang tinggal di 23 kota dan daerah tersebut mempercepat transisi menuju masa depan tanpa limbah dan akan menghindari pembuangan sedikitnya 87 juta ton sampah pada tahun 2030.

 

Komitmen yang ambisius tersebut dibuat menjelang Global Climate Action Summit di San Francisco, yang merupakan langkah penting untuk mencapai tujuan tertinggi Perjanjian Paris dan menjaga kenaikan suhu global di bawah 1,5 ℃.

 

Timbulan sampah secara global meningkat lebih cepat dibandingkan dengan akibat dari polutan lingkungan lainnya, dan tindakan dalam sektor ini dapat membuat dampak lebih besar dan lebih cepat dalam mengatasi perubahan iklim. Sebagai contoh, 1,3 miliar ton sampah sisa makanan tahunan di seluruh dunia dikirim ke tempat pembuangan sampah setiap tahunnya, menimbulkan gas metan, yang merupakan gas rumah kaca yang jauh lebih kuat dari CO2 dan menyumbangkan 25% dari pemanasan global saat ini. Transformasi sampah dan pengelolaan material secara global dapat mengurangi emisi global hingga 20%.

 

Itulah sebabnya para pemimpin kota-kota besar dunia mempercepat transisi menuju masa depan nirsampah (zero waste). Para walikota berkomitmen untuk mengambil tindakan yang ambisius, terukur dan inklusif untuk mengurangi timbulan sampah kota dan meningkatkan performa pengelolaan material di kota-kota mereka. Keduanya adalah kunci untuk membuat pusat kota kami lebih bersih, lebih sehat, lebih tangguh dan inklusif. Pengelolaan sampah yang lebih baik juga dapat menciptakan lapangan kerja dan peluang ekonomi bagi wirausahawan sosial dan masyarakat rentan.

 

Deklarasi Percepatan Menuju Nirsampah (The Advancing Towards Zero Waste Declaration) dibangun di atas dua komitmen:

1) mengurangi timbulan sampah kota per kapita paling sedikit 15% pada tahun 2030 dibandingkan dengan tahun 2015; dan

2) mengurangi jumlah sampah kota yang dibuang ke TPA dan insinerator paling sedikit 50% pada tahun 2030 dibandingkan dengan tahun 2015, serta meningkatkan angka pemilahan pada TPA dan insinerator menjadi setidaknya 70% pada tahun 2030.

 

Secara khusus, kota-kota tersebut juga akan menerapkan aksi yang berani, termasuk:

- Mengurangi kehilangan makanan dan pemborosan makanan di tingkat ritel dan konsumen dengan mengurangi kerugian di sepanjang rantai produksi dan pasokan, meminimalkan produksi makanan berlebih, serta memfasilitasi kegiatan sumbangan makanan yang aman dan produk sampingan untuk produksi pakan.

- Menerapkan infrastruktur pengumpulan terpisah untuk sisa makanan, sampah organik dan pengolahan lainnya yang memulihkan nutrisi, energi dan yang berkontribusi pada pemulihan kapasitas penyimpanan karbon di tanah.

- Mendukung pelaksanaan kebijakan lokal dan regional, seperti tanggung jawab produsen yang diperluas (Extended Producers Responsibility/EPR) dan pengadaan berkelanjutan: untuk mengurangi atau melarang plastik sekali pakai dan plastik tidak dapat didaur ulang, serta bahan lainnya, dan juga meningkatkan memudahan produk untuk diperbaiki dan di-daur ulang.

- Peningkatan dari angka reduksi, penggunaan kembali, pemulihan, dan daur ulang material konstruksi dan penghancuran.

- Peningkatan program dan kebijakan mengenai aksesibilitas, kesadaran, skala dan inklusivitas program pengurangan, pemanfaatan ulang, serta daur ulang, untuk masyarakat. Pengingkatan investasi dalam komunikasi dan upaya keterlibatan kota, dan juga menyediakan sumber daya dalam berbagai bahasa, 

- Memastikan manfaat terdistribusikan secara merata kepada seluruh penduduk kota.

- Melaporkan secara publik setiap dua tahun mengenai kemajuan yang dicapai kota-kota tersebut untuk mencapai target ini.

 

Menjelang Global Climate Action Summit, C40 mendesak kota-kota untuk meningkatkan aksi terkait iklim dan ambisinya - siaran pers ini adalah salah satu komitmen kota dengan inisiatif tersebut. Ambisi tinggi Deklarasi Percepatan Menuju Nirsampah dikembangkan oleh C40 dan kota San Francisco, dengan berkonsultasi dengan kota-kota C40 lainnya dalam jaringan Limbah menjadi Sumber Daya (Waste to Recources).

 

Baca lebih lanjut pada laman C40 pada tautan berikut.

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Follow Us
Please reload

Search By Tags